Sabtu, 19 Februari 2011


The 47 million year old fossilized remains of a primate is seen at the American Museum of Natural History in New York.

Ditemukan Fosil Dinosaurus Terkecil dan Tergesit

Dinosaurus tergesit ditemukan dan digali di China. Dinosaurus

Theropod berkaki datar sepanjang setengah meter tersebut dinamakan Xixianykus zhangi terlihat seringkali menggunakan cakar besar untuk menggali rayap dan semut.

Hewan tersebut menggunakan kecepatannya untuk secara efisien berpindah dari satu gundukan semut ke lainnya dan menghindari perhatian predator yang lebih besar. Detil penemuan tersebut dipublikasikan di jurnal Zootaxa.
mini disebut sebagai ‘pelari cepat’ oleh ilmuwan yang menemukannya itu, merupakan salah satu yang terkecil.

“Proporsi anggota tubuh Xixianykus berada di antara yang paling ekstrim dan tercatat dalam keluarga dinosaurus theropod,” ujar Dr Corwin Sullivan, Ahli Palentologi Kanada yang berbasis di Akademi Sains China di Beijing dan salah satu peneliti studi.

Sebagai contoh, theropod kecil itu memiliki kaki bagian atas atau femur lebih pendek jika dibandingkan dengan kaki dan paha yang ukurannya lebih panjang. Pola yang sama terlihat pada hewan yang berlari di masa kini.

“Hal tersebut tidak menyediakan basis untuk menghitung kecepatan maksimalnya, tetapi lebih menunjukkan bahwa Xixianykus merupakan pelari yang sangat efisien,” ujar Dr Sullivan.

Sebuah tim peneliti internasional menemukan fosil dinosaurus tersebut di formasi Majiacun Cretaceous atas di wilayah Xixia provinsi Henan China.



Hewan tersebut merupakan dinosaurus pertama dalam tipenya, dikenal sebagai alvarezsaurid theropod, ditemukan di China dengan hanya fragmen kecil keluarganya sebelumnya ditemukan di pedalaman Mongolia Asia.

Beberapa adaptasi membantu untuk menstabilkan seluruh tubuh ketika berlari, juga mampu mempercepat ketika melakukan aktivitas menggali.

“Mungkin terdengar aneh, tetapi menggali dan berlari sebenarnya bekerja dengan baik secara bersamaan,” ujar peneliti pendamping Dr David Hone dari Akademi Sains China.

“Beberapa hewan pemakan rayap berjalan jauh dengan jarak antar koloni untuk makanan mereka, jadi pelari yang efisien layaknya Xixianykus akan bisa mengikuti pola tersebut”.

Sementara dinosaurus kecil lainnya lebih mudah diserang predator dan kemampuan untuk membuat kecepatan melarikan diri jika bahaya mengancam akan sangat berharga bagi hewan semacam itu,” tambahnya.

Read more: http://penghuni60sains.blogspot.com/2010/04/ditemukan-fosil-dinosaurus-terkecil-dan.html#ixzz1EPyuf7AX

Rekonstruksi Ulang DNA Burung MOA dalam Sejarah Selandia Baru

(KeSimpulan) Memulihkan DNA dari fosil tulang Moa, burung raksasa yang telah punah, telah mengungkapkan sejarah geologi di Selandia Baru. Laporan penelitian ini dipublikasikan pekan ini di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Sebuah tim ilmuwan yang dipimpin oleh University of Adelaide telah merekonstruksi sejarah tutupan laut, bangunan gunung glasial, dan siklus di Selandia Baru selama jutaan tahun dengan menggunakan genetik lengkap untuk pertama kali pada sejarah Moa.

Setelah hampir benar-benar tenggelam sekitar 25 juta tahun yang lalu (saat ini Kepulauan Utara dan Selatan di Selandia Baru) dipisahkan oleh laut besar sampai sekitar 1,5 juta tahun yang lalu. Pemimpin proyek Profesor Alan Cooper dari University of Adelaide’s Australian Centre for Ancient DNA (ACAD), mengatakan Selandia Baru diakui sebagai salah satu dunia dalam "laboratorium evolusi besar" karena tidak adanya mamalia darat dan radiasi burung raksasa terbang seperti moa."Namun, penelitian ini untuk melacak ulang sejarah geologi Selandia Baru dan menunjukkan betapa sedikit kita benar-benar tahu tentang itu," kata Profesor Cooper.

Tim peneliti dari Australia dan Selandia Baru melakukan sequencing DNA dari ratusan burung yang dikumpulkan dari gua-gua dan rawa-rawa, termasuk sembilan spesies Moa. Burung Moa, yang beratnya sampai 250kg, adalah hewan menguasai Selandia Baru di era pre-human environment tetapi secara cepat dibasmi setelah kedatangan bangsa Maori di sekitar tahun 1.280.

"Kami menemukan bahwa dispersi evolusi yang luar biasa dari sembilan spesies Moa terjadi hanya dalam tujuh juta tahun dan tampaknya telah terjadi di Alpen Selatan yang secara cepat bangkit dan menciptakan banyak habitat baru," kata Profesor Cooper. Bukti juga menunjukkan bahwa banyak di icon spesies Selandia Baru termasuk kiwi, Tuatara dan Kauri berkembang hanya di Pulau Selatan. "Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apa yang terjadi di Pulau Utara selama waktu ini?" kata Profesor Cooper.

Dr Mike Bunce dari Murdoch University melakukan jejak DNA yang diekstraksi dari tulang Moa, sejumlah mumi, dan coprolites yang digunakan para peneliti untuk menciptakan detail pertama kerangka waktu evolusi pada Moa. Profesor Peter Kamp dari Waikato University memimpin pemetaan geologi yang mengungkap sejauh mana selat memisahkan dua pulau serta mengangkat sejarah Southern Alps. "Ketika pertama kali selat dijembatani oleh lahan pada sekitar 1,5 juta tahun yang lalu, kemungkinan besar pertukaran spesies terjadi seperti juga antara Amerika Utara dan Selatan melintasi tanah genting Panama sekitar tiga juta tahun yang lalu," kata Profesor Kamp.

Anggota tim Dr Trevor Layak dari University of NSW mengatakan bahwa penelitian ini "suatu contoh yang bagus tentang bagaimana spesimen museum dapat berkontribusi untuk memotong tepi ilmu pengetahuan".
 
foto

Mammoth

Perhaps my favorite occurrence during my whole trip to this museum was as Natasha and I were standing across from the mammoth at the ground sloth.
As we were staring up in awe at the massive thing before us a women and her young son entered the room and she immediately declared:
"LOOK! Tommy! It's a dinosaur that LOOKS like an elephant!"
And you could tell she believed that to be the case....not that she was just over-simplifying for the sake of her three year old.
Poor kid.


Woolly Mammoth. Nama tersebut padanya diberikan karena tampilan fisiknya yang ditutupi bulu tebal, paling tebal di antara spesies mammoth lainnya. Namun ukurannya hampir sama dengan gajah Afrika yang hidup hingga kini.
Perkiraan ukuran berdasarkan catatan fosil-fosil lama dari mammoth jenis ini menunjukkan selisih tipis dengan ukuran gajah Afrika. Jika gajah Afrika bisa mencapai tinggi 4 meter maka Woolly Mammoth (Mammoth berbulu) hanya berukuran 2,8 - 3,5 meter.
Dikenali dari fosilnya yang membeku di Irlandia hingga daerah pesisi Amerika Utara. Namun "fosil" yang paling awet justru ditemukan di Siberia. Bahkan beberapa sumber menyebutnya bahwa temuan mammoth di Siberia yang paling utuh lengkap dengan tulang, daging, bulu, dan dagingnya. Saking awetnya sehingga lebih tepat disebut sebagai "jasad" ketimbang "fosil".
Spesies mammoth ini pada mulanya dicatat sekitar 150.000 tahun yang muncul di zaman es di Eurasia (lempeng benua Eropa dan Asia masih menyatu). Ketika sebagian besar mammoths berbulu lebat ini punah di akhir zaman Pleistocene (12.000 tahun silam), sejumlah kelompok kecil berhasil selamat di Pulau Wrangel yang terletak di Samudera Arktik hingga sekitar 1700 SM.
Kemungkinan disebabkan terbatasnya pasokan makanan yang tersedia, hewan- hewan ini mengalami adaptasi sehingga ukuran tubuhnya semakin mengecil dari jenis mammoth berbulu lebat yang asli di zaman Pleistocene.
Beberapa mammoth berbulu lebat ditemukan di daerah es yang masih tersisa. Pada 1977, kerangka yang masih utuh yang ditemukan adalah mammoth bayi yang berusia 7 atau 8 bulan yang diberi nama "Dima". Kerangka ini ditemukan di anak Sungai Kolyma di timurlaut Siberia. Bayi mammoth berbulu lebat ini beratnya sekitar 100 kg dalam keadaan mati dan tingginya 104 cm serta panjangnya 115 cm.
Penangalan Radiokarbon menentukan bahwa Dima ini mati sekitar 40.000 tahun silam. Sejumlah organ internalnya mirip dengan gajah-gajah masa kini, namun telinganya hanya 1/10 ukuran gajah Afrika pada usia yang sama.
Berdasarkan teori bentukan baru, seandainya mammoth masih hidup hinggga kini, mereka akan bisa berkembang dengan gajah-gajah India. Ini menurut gagasan bahwa mungkin makhluk yang menyerupai mammoth bisa diciptakan kembali dengan mengambil genetik dari mammoth yang beku dan menggabungkannya dengan gajah India modern. Sebuah upaya rekayasa genetik!
 
Mimpi menghidupkan kembali dinosaurus dan hewan-hewan purba seperti dalam sekuel Jurassic Park selangkah lagi mendekati kenyataan. Para ilmuwan berhasil memetakan sebagian besar kode genetika mammoth purba, saudara tua gajah yang memiliki tubuh berambut lebat.
Daftar kode genetik tersebut diterjemahkan dari ekstrak sel 20 gumpalan rambut mammoth yang diambil dari mumi mammoth yang ditemukan di lapisan es Siberia, Rusia. Mamoth yang dapat tumbuh hingga setinggi lebih dari 5 meter hidup sekitar 10.000 tahun lalu.
Jika seluruh peta genetika (genom) selesai dikodekan, bukan tidak mungkin mammoth dapat dihidupkan kembali melalui bioteknologi. Ilmuwan yang melakukan penelitian tersebut memprediksi dalam 10-20 tahun ke depan, mammoth bisa dihidupkan kembali seiring semakin majunya perkembangan teknologi kloning, sel induk, dan sejenisnya.
“Itu memungkinkan. Yang perlu dipertanayakan justru karena kita tahu dapat melakukannya suatau ketika, apakah kita harus melakukannya?” ujar Stephan Schuster, pakar biokimia Pennsylvania State University yang melakukan penelitian tersebut.
Ekstraksi DNA dari rambut sangat menjanjikan dibandingkan dari fosil tulang yang selama ini ditemukan pada makhluk-makhluk purba lainnya. Sebagai gambaran, ekstrak sel dari tulang manusia Neanderthal hanya menyisakan 6 persen dari daftar seluruh DNA.
Sementara dari rambut mammoth, seperti dilaporkan dalam jurnal Nature terbaru, sudah berhasil mengungkap 80 persen dari daftar DNA. Kode sisanya tinggal menunggu waktu mengingat sel yang diekstrak masih sangat utuh tersimpan baik di dalam lapisan es.
Meski demikian, belum ada satupun ilmuwan yang tahu bagaimana cara memanfaatkan kode genetika tersebut untuk menghidupkan kembali mammoth. Pastinya, para ilmuwan harsu menemukan cara menghasilkan embrio mammoth dari materi genetika tersebut.
Setidaknya ada dua cara yang mungkin dapat dipakai untuk mengubah materi genetika tersebut menjadi mammoth hidup. Cara pertama adalah menggunakan sel gajah sebagai perantara yang memiliki ko genetika tak jauh berbeda. Cara lainnya adalah menghasilkan organisme baru dengan merangkai bagian per bagain kode gentika. Kedua cara tersebut sama-sama kompleks dan sulit dilakukan saat ini namun bukan mustahil kelak.
Para ilmuwan Jepang yang terlibat dalam penelitian mumi mammoth Siberia bahkan punya ambisi lain yang lebih memungkinkan. Saat ini mereka masih berupaya mencari sisa sperma yang mungkin terawetkan dalam tubuh bangkai mammoth. Jika sperma tersebut masih utuh bukan tidak mungkin mammoth dapat dilahirkan dari kandungan seekor gajah. Siapa tahu.

Manusia Purba

"Sejarah Penemuan Fosil Manusia Purba, Manusia Kera dan Manusia Modern - Teori Perkembangan Evolusi Antar Waktu Arkeologi Biologi"

        Secara umum penemuan fosil manusia dari jaman ke zaman terbagi atas tiga kelompok, yaitu manusia kera, manusia purba dan manusia modern.

        Yang perlu diingat adalah bahwa teori ini hanya dugaan dan tidak terbukti kebenarannya karena teori evolusi telah runtuh. Fosil manusia lama yang ditemukan bisa saja bukan fosil manusia atau manusia yang memiliki bentuk ciri tubuh yang unik, atau bahkan hasil rekayasa.
A. Manusia Kera dari Afrika Selatan

1. Australopithecus Africanus

Australopithecus africanus ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh Raymond Dart tahun 1924. Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja.

2. Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis

Dua penemuan tersebut ditemukan di daerah Amerika Selatan dengan ciri isi volume otak sekitar 600 cm kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter. Kedua fosil menusia kera tersebut disebut australopithecus.

B. Manusia Purba / Homo Erectus

1. Sinanthropus Pekinensis
      Sinanthropus pekinensis adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di gua naga daerah Peking negara Cina oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich. Sinanthropus pekinensis dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip serta hidup di era zaman yang bersamaan. Sinanthropus pekinensis memiliki volume isi otak sekitar kurang lebih 900 sampai 1200 cm kubik.

2. Meganthropus Palaeojavanicus / Manusia Raksasa Jawa

      Meganthropus palaeojavanicus ditemukan di Sangiran di pulau jawa oleh Von Koningswald pada tahun 1939 - 1941.

3. Manusia Heidelberg

      Manusia heidelberg ditemukan di Jerman

4. Pithecanthropus Erectus

      Pithecanthropus erectus adalah manusia purba yang pertama kali fosil telang belulang ditemukan di Trinil Jawa Tengah pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois. Pithecanthropus erectus hidup di jaman pleistosin atau kira-kira 300.000 hingga 500.000 tahun yang lalu. Volume otak Pithecanthropus erectus diperkirakan sekitar 770 - 1000 cm kubik. Bagian tulang-belulang fosil manusia purba yang ditemukan tersebut adalah tulang rahang, beberapa gigi, serta sebagian tulang tengkorak.
C. Manusia Modern

      Pengertian atau arti definisi manusia modern adalah manusia yang termasuk ke dalam spesies homo sapiens dengan isi volum otak kira-kira 1450 cm kubik hidup sekitar 15.000 hingga 150.000 tahun yang lalu. Manusia modern disebut modern karena hampir mirip atau menyerupai manusia yang ada pada saat ini atau sekarang.

1. Manusia Swanscombe - Berasal dari Inggris

2. Manusia Neandertal - Ditemukan di lembah Neander

3. Manusia Cro-Magnon / Cromagnon / Crogmanon - Ditemukan di gua Cro-Magnon, Lascaux Prancis. Dicurigai sebagai campuran antara manusia Neandertal dengan manusia Gunung Carmel.

4. Manusia Shanidar - Fosil dijumpai di Negara Irak

5. Manusia Gunung Carmel - Ditemukan di gua-gua Tabun serta Skhul Palestina

6. Manusia Steinheim - Berasal dari Jerman 



EVOLUSI MANUSIA PURBA

Sejarah Penemuan Fosil Manusia Purba, Manusia Kera dan Manusia Modern – Teori Perkembangan Evolusi Antar Waktu Arkeologi Biologi
Secara umum penemuan fosil manusia dari jaman ke zaman terbagi atas tiga kelompok, yaitu manusia kera, manusia purba dan manusia modern.
Yang perlu diingat adalah bahwa teori ini hanya dugaan dan tidak terbukti kebenarannya karena teori evolusi telah runtuh. Fosil manusia lama yang ditemukan bisa saja bukan fosil manusia atau manusia yang memiliki bentuk ciri tubuh yang unik, atau bahkan hasil rekayasa.
A. Manusia Kera dari Afrika Selatan
1. Australopithecus Africanus
Australopithecus africanus ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh Raymond Dart tahun 1924. Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja.
2. Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis
Dua penemuan tersebut ditemukan di daerah Amerika Selatan dengan ciri isi volume otak sekitar 600 cm kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter. Kedua fosil menusia kera tersebut disebut australopithecus.
B. Manusia Purba / Homo Erectus
1. Sinanthropus Pekinensis
Sinanthropus pekinensis adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di gua naga daerah Peking negara Cina oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich. Sinanthropus pekinensis dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip serta hidup di era zaman yang bersamaan. Sinanthropus pekinensis memiliki volume isi otak sekitar kurang lebih 900 sampai 1200 cm kubik.
2. Meganthropus Palaeojavanicus / Manusia Raksasa Jawa
Meganthropus palaeojavanicus ditemukan di Sangiran di pulau jawa oleh Von Koningswald pada tahun 1939 – 1941.
3. Manusia Heidelberg
Manusia heidelberg ditemukan di Jerman
4. Pithecanthropus Erectus
Pithecanthropus erectus adalah manusia purba yang pertama kali fosil telang belulang ditemukan di Trinil Jawa Tengah pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois. Pithecanthropus erectus hidup di jaman pleistosin atau kira-kira 300.000 hingga 500.000 tahun yang lalu. Volume otak Pithecanthropus erectus diperkirakan sekitar 770 – 1000 cm kubik. Bagian tulang-belulang fosil manusia purba yang ditemukan tersebut adalah tulang rahang, beberapa gigi, serta sebagian tulang tengkorak.
C. Manusia Modern
Pengertian atau arti definisi manusia modern adalah manusia yang termasuk ke dalam spesies homo sapiens dengan isi volum otak kira-kira 1450 cm kubik hidup sekitar 15.000 hingga 150.000 tahun yang lalu. Manusia modern disebut modern karena hampir mirip atau menyerupai manusia yang ada pada saat ini atau sekarang.
1. Manusia Swanscombe – Berasal dari Inggris
2. Manusia Neandertal – Ditemukan di lembah Neander
3. Manusia Cro-Magnon / Cromagnon / Crogmanon – Ditemukan di gua Cro-Magnon, Lascaux Prancis. Dicurigai sebagai campuran antara manusia Neandertal dengan manusia Gunung Carmel.
4. Manusia Shanidar – Fosil dijumpai di Negara Irak
5. Manusia Gunung Carmel – Ditemukan di gua-gua Tabun serta Skhul Palestina
6. Manusia Steinheim – Berasal dari Jerman